banner 728x90

Bandar Togel ‘Sedot’ Uang Rakyat Tomohon di Masa PPKM

Bandar Togel 'Sedot' Uang Rakyat Tomohon di Masa PPKM
Bandar Togel 'Sedot' Uang Rakyat Tomohon di Masa PPKM

TOMOHON, – Ekonomi masyarakat yang memburuk akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), lantaran pandemi Covid-19 di Kota Tomohon, Sulawesi Utara bakal semakin parah.

Betapa tidak, praktik judi Toto Gelap (Togel) yang diketahui memperkaya sekelompok orang itu terus terjadi di dataran kaki Gunung Lokon ini.

Dari informasi, kegiatan melewan hukum di kota yang mengoleksi ribuan kasus positif Covid-19 ini dijalankan oleh oknum bandar berinisial V, dan kaki tangannya NS alias Novri.

BACA JUGA: Judi Togel Subur di Zona Merah Covid-19, Upaya Pemiskinan Jalan Mulus di Tomohon

Judi tebak angka yang menelan puluhan hingga ratusan juta uang rakyat Tomohon itu, dari informasi kembali dijalankan.

“Ya, kami sudah lumayan lama jalan. Kami tidak takut, karena bandar menjamin tidak ada penangkapan,” ungkap salah satu pengecer kepada wartawan media ini, Selasa (7/9/2021).

Menanggapi hal tersebut, tokoh pemuda Kota Tomohon Kurnia Surentu mengatakan, sampai saat ini situasi perekonomian di Kota Tomohon terus merosot akibat pandemi Covid-19.

“Aktifitas kerja terbatas, otomatis berpengaruh buruk pada kesejahteraan masyarakat,” ungkap ketua Generasi Milenium Tomohon itu.

Menurutnya, peredaran Judi Togel harus dihentikan. Jika tidak, kata dia, upaya pemerintah untuk memulihkan perekonomian masyarakat akan mubasir.

“Bagaimana kita mau pulihkan ekonomi jika ada oknum-oknum yang menyerap uang rakyat lewat pemainan judi ini,” bebernya.

Sampai saat ini, lanjut dia, pihaknya masih percaya bahwa pihak Kepolisian yang ada di Kota Tomohon mampu memberantas perjudian. Dia meyakini, masalah ini hanyala masalah sepele bagi Kepolisian.

“Ya, dengan kemampuan Kepolisian saat ini, saya rasa masalah judi adalah kasus yang muda untuk diselesaikan. Harapan kami kasus judi ini segera diselesaikan. Jika tidak secepatnya dituntaskan, pasti akan mengancam dan lebih memperburuk ekonomi masyarakat,” tukasnya.

Penulis: Terry Wagiu