Ekonomi

Dampak pandemi, jumlah pengangguran dan kemiskinan bertambah berat

Liputan Kawanua – Dampak Pandemi corona sangatlah besar, angka kemiskinan berpotensi meningkat di Indonesia. Menurut Direktur Dana Transfer Khusu Direktorat Jenderal Pertimbangan Keuuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, Putut Hari Satyaka, peningkatan angka kemiskinan diseluruh Indonesia akan meningkat terutama diwilayah Epicsentrum penyebaran COVID-19.

Menurut Putut, potensi peningkatan angka kemiskinan ini adalah dampak dari terhambatnya aktifitas ekonomi nasional, ditambah lagi dengan kebijakan pembatasan social bersekala besar (PSBB) dalam semua sector yang mendukung perekonomian kita.

“Dengan dampak yang cukup berat memang potensi kemiskinan Jawa, Sumatra, Bali, Sulawesi, Kalimantan akan meningkat, “Kata Putut dalam Videco conference, Jakarta, Jumat (28/5/2020).

Baca Juga : Lagi, JGE Cs Bantu Tenaga Medis di Tomohon

Pemerintah Indonesia menempatkan pertumbuhan ekonomi pada skenario optimis antara minus 0,4% sampai 2,3%. Kementerian Keuangan sendiri membuat kajian skenario yaitu berat dengan harapan pertumbuhan akan berada di level 2,3%, sedangkan skenario sangat berat minus 0,4% hingga akhir tahun 2020.

Ilustrasi dampak Pandemi Covid terhadap Ekonomi nasional

Menurut skenario tersebut terlihat adanya penurunan sebesar 5,3% berdasarkan APBN 2020. Potensi dampak social penurunan pertumbuhan adalah terhadap kemikinan. Menurut Putut, Skenario terberat akan bertambah 1,16 juta orang menjadi 3,78juta orang.

Hal ini akan tidak jauh dari angka pengagguran, akan bertambah sekitar 2,92 juta pengagguran baru di idonesia. Dan yang terberat bias mencapai sekitar 5,23 juta orang.Khusus untuk peningkatan kemiskinan, putut mengatakan pulau jawa menjadi potensi dengan jumlah paling besar disbanding wilayah lain.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Populer

To Top