Tomohon

Usai Ibadah Bersama, Eman Beberkan Sejumlah Hal Ditengah Pandemi Covid-19

Walikota Tomohon bersama pejabat lainnya melaksanakan doa bersama.

TOMOHON, liputankawanua.com – Wali Kota Jimmy F Eman bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon dan masyarakat, melaksanakan ibadah yang disiarkan langsung melalui akun Youtube, Selasa (12/5/2020), sekira pukul 09.00 Wita.

Eman pun mengikuti ibadah tersebut dari Ruang Kerja Kediamannya. Sementara, seluruh pejabat ASN dan Tenaga Kontrak, serta warga, mengikuti ibadah lewat live streaming. Pemimpin ibadah Pendeta Arthur N Massi, MTh.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jimmy F Eman mengatakan, sebagai pemerintah juga sebagai masyarakat sudah mulai membiasakan hal-hal yang kalau dulunya dirasa kurang sreg atau kurang wajar. Namun, rupanya ketidakwajaran yang dirasakan di satu dua bulan yang lalu ini, sudah menjadi hal yang normatif, karena seperti halnya sudah terbiasa beribadah di setiap bulan setiap hari senin, apel dan sebagainya.

“Kita saat ini sebagai pemerintah melaksanakan peribadatan lewat live streaming. Ini bukan dilakukan oleh Pemkot Tomohon tetapi masyarakat di Kota Tomohon termasuk masyarakat yang ada di dunia ini. Maka tentunya ini menurut pemahaman kami, merupakan suatu pandangan normatif yang baru, suatu kehidupan tatanan yang baru, bahwa seperti inilah kita terus berkomunikasi diakibatkan oleh bencana non alam pandemi covid-19. Bukan hanya di Tomohon, bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia,” terangnya.

Kesempatan tersebut, Eman atas nama Pemkot Tomohon juga menyampaikan selamat beribadah puasa kepada saudara-saudara umat muslim yang sementara beribadah ramadhan di bulan puasa di tahun 1441 Hijriah 2020 ini.

Terkait penamaan zona merah, menurutnya, memang tidak ada dalam Kementerian Kesehatan tapi penamaan zona merah ini mau mengatakan bahwa di Kota Tomohon ini telah terjadi transmisi lokal. “Transmisi lokal artinya telah terjadi penularan antar sesama warga masyarakat yang ada di Kota Tomohon,” tuturnya.

Lanjut dia, kalau pemahaman yang lalu bahwa virus corona ini datang dibawah dari luar, tapi  penamaan zona merah ini karena virus ini dari masyarakat Kota Tomohon yang belum melakukan perjalanan dari luar, kemudian menularkan kepada sesama warga masyarakat yang ada di kota ini.

“Sehingga dalam penamaan ini kita berharap bahwa seluruh kesatuan gugus tugas, juga pemerintah dan masyarakat di Kota Tomohon agar lebih mewaspadai, lebih memperhatikan mana kira-kira yang daerah sebaran atau di sebut cluster, yang menjadi perhatian untuk kita cegah penularannya,” tuturnya.

Untuk, jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Tomohon sudah sebanyak tujuh orang. Namun, patut disyukuri dari jumlah tersebut sudah sebanyak lima orang yang dinyatakan sembuh. “Walaupun memang dalam data-data dari gugus tugas covid-19, kita tentunya bersukacita bahwa telah terjadi kesembuhan. Dari tujuh yang dianggap positif ada lima yang telah sembuh,” bebernya.

Eman pun meyakini bahwa ini adalah suatu prestasi dan percaya ini semua kerja keras tapi juga doa dari seluruh warga. Kerja keras dari lini-lini medis yang secara luar biasa kerja siang dan malam, sehingga dari tujuh yang dianggap positif dari hasil swab, ada lima yang telah sembuh. “Satu orang sementara dirawat di Manado dan satu meninggal. Ada juga pasien dalam pengawasan yang berangsur sembuh. Ini suatu hal yang merupakan berita yang positif dari PDP dan dinyatakan sembuh,” tukasnya.

Peliput: Terry Wagiu

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top