BOLTARA,– Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dibawah pimpinan Bupati Dr Sirajudin Lasena SE MEc Dev dan Wakil Bupati Moh Aditya Pontoh terus membangun soliditas dan kekompakan seluruh jajarannya dengan melaksanakan rapat kerja bersama aparatur desa, kecamatan, guru-guru dan stake holder lainnya di daerah.
Saat raker di Kecamatan Kaidipang dan Bolangitang Barat, Selasa (20/1), Bupati Boltara Dr Sirajudin Lasena menyampaikan pentingnya penyamaan persepsi dan peningkatan kekompakan aparat pemerintahan agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan optimal. ” Rapat kerja ini sangat penting untuk menyamakan langkah, persepsi, serta arah kebijakan. Hal ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan, sekaligus untuk menyelaraskan program dan kegiatan pembangunan antara pemerintah daerah, kecamatan, dan desa,” katanya.
Saat raker berlangsung, peserta memberikan informasi dan masukan penting bagi pemerintah daerah untuk mensukseskan program pembangunan. Beberapa diantaranya, yakni perlunya rehab bangunan sekolah yang rusak seperti di SD Negeri 14 Kaidipang khususnya ruang kelas 5 dan 6, karena sudah rusak parah dalam waktu yang lama. “Jika tak diperbaiki, maka kami sebagai guru khawatir bisa mengancam keselamatan murid yang belajar, karena sewaktu-waktu bisa ambruk akibat sudah lapuk,” jelas seorang guru di sekolah tersebut saat raker.
Bupati Boltara pun memberikan respon positif informasi tersebut. Ia berjanji akan memprioritaskan rehab bangunan sekolah yang rusak untuk menjamin makin memadainya infrastruktur pendidikan di daerah.
Di Bidang Kesehatan, Pemda menurut Bupati terus menggenjot pembangunan RSUD, agar kedepan dapat dimanfaatkan sebagai rumah sakit tujuan rujukan bagi masyarakat. “Peletakan batu pertama untuk pembangunan RSUD akan segera dilakukan. Mudah-mudahan ketika selesai dibangun nanti RSUD ini bisa melayani masyarakat dengan optimal, termasuk untuk melayani pasien rujukan,” katanya.
Di bidang T maga Kerja, para pekerja rentan seperti Petani, Nelayan, pemanjat kelapa hingga tukang bentor akan dimasukkan dalam BPJS Ketenagakerjaan, agar mendapat manfaat dalam upaya peningkatan kesejahteraan. (*)
