Tomohon,- Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tomohon berakhir, Selasa (17/02/26).
Iven demokrasi dengan agenda pamungkas pemilihan Ketua PWI Kota Tomohon periode 2026-2029, resmi menghentar Terry Alfrits Wagiu atau TAW menduduki tampuk pimpinan organisasi wartawan di Kota Sejuk. Ini periode kedua Wagiu menjabat.
Meski berlangsung kritis, tegang dan alot, namun pesta demokrasi PWI Kota Tomohon ini kondusif. Gelaran sidang dipimpin langsung Ketua PWI Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Drs Voucke Lontaan didampingi sejumlah pengurus provinsi serta perwakilan peserta konferensi.
“Kita bersyukur karena pelaksanaan konferensi di Tomohon berlangsung kondusif. Apresiasi bagi panitia maupun seluruh peserta yang hadir. Kegiatan ini sudah berjalan sesuai ketentuan sesuai AD/ART,” terang Voucke.
Dia berpesan supaya pengurus yang terpilih solid dan kompak menjalankan organisasi PWI Tomohon. “Semua harus dilibatkan untuk membangun PWI Tomohon lebih maju lagi. Harus bersinergi,” timpalnya.
BAWA MISI KONSOLIDASI
Ketangguhan Terry Alfrits Wagiu terbukti. Dia sukses melanjutkan kepemimpinannya di PWI Tomohon. Jalur kemenangan aklamasi.
Dalam pemaparan visi dan misi, TAW sapaan akrabnya, menitikberatkan pada persoalan konsolidasi. Itu bukan tanpa alasan. Dia bilang, terjadinya dualisme kepemimpinan di tubuh PWI sempat menjadikan organisasi wartawan tertua di Indonesia ini stagnan.
“Itu dirasakan hingga Kota Tomohon. Jadi, tugas saya selanjutnya melakukan konsolidasi besar-besaran. Kita harap semua pihak bisa bersatu kembali membuat PWI Tomohon semakin baik, maju dan terdepan. Ini harapan ke depan,” aku Terry.
Pendidikan dan kualitas anggota PWI Tomohon tetap menjadi prioritas. “Ada kegiatan UKW (Uji Kompetensi Wartawan) dan masih ada lagi kegiatan lainnya. Program ini juga menjadi target kami,” lugas Terry sembari berterima kasih kepada pengurus PWI Provinsi Sulut serta semua pihak yang terlibat dalam Konferensi PWI yang dilaksanakan di Hotel Wise Tomohon.
