Bitung,- Wakil rakyat di Kota Bitung beraksi. Kali ini, PT Futai jadi target. Sederet isu penting dibedah.

Diketahui, kunjungan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) lintas komisi di markas PT Futai, sebagai tindak lanjut rapat dengar pendapat di Kantor DPRD, pekan lalu. Itu menyangkut indikasi penimbunan batubara yang sudah di luar perusahaan serta adanya kebauan.

Hal itu tak ditampik Ketua Komisi 3, Frangky Julianto. “Oleh karena itu, kami turun melihat secara langsung dan semuanya sudah di perbaiki oleh pihak perusahaan,” aku dia. 

Sementara itu, Ketua Komisi 2 Inggrit Janis menjelaskan, perusahaan PT Futai merupakan salah satu perusahan yang pertama menempati di kawasan ekonomi khusus (KEK) yang berinvestasi di Sulut. Tentunya ada dampak yang sangat positif bagi kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Sulut maupun kota Bitung. “Pada saat ini akan dibuka rute pelabuhan menuju Cina. Tentunya banyak ekspor dari Bitung,” koarnya.

Ketua Komisi 1, Nabsar Badoa memastikan, kunjungan lintas komisi DPRD kota Bitung ke PT Futai untuk melihat secara langsung proses pengolahan yang ada apakah sudah benar sesuai standar kerja.

“Itu berkaitan dengan hal-hal yang mencuat saat rapat dengar pendapat. Misalnya, adanya penimbunan batu bara yang sudah di luar dari perusahan. Ternyata tidak terbukti. Kami sudah melihat langsung di lapangan. Kami lintas komisi yang turun ke PT Futai bukan mencari-cari kesalahan tapi kami juga bisa memberikan masukan-masukan ke pihak perusahaan jika memang masih ada kekurangan. Perusahan ini merupakan salah satu investasi yang paling besar di Sulut,” ungkap Nabsar.

Di lain pihak, Wakil Direktur PT Futai, Erwin lewat kuasa hukum Ridwan Mapahena didampingi ibu Ani dari perusahaan PT Futai menyampaikan terima kasih atas kunjungan lintas komisi DPRD Kota Bitung.

“Pada prinsipnya, PT Futai menghormati  dan menerima setiap masukan dewan sebagai bagian fungsi proses pengawasan,” singkat Ridwan.