SULUT, LiputanKawanua.com – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulut Herwyn Malonda mengingatkan kepada seluruh jajaran pengawas dalam penggunaan Media Sosial (Medsos).

“Seluruh pengawas Pemilu dalam Pilkada ini kiranya untuk dapat lebih bijak ketika menggunakan Medsos,” kata Malonda dalam Sekolah Baku Beking Pande (SBPP) Bawaslu Sulut tentang teknis pemungutan dan penghitungan suara dalam Pilkada ditengah masa Pandemi Covid-19, Senin (6/7/2020).

Karena menurut Malonda, ketika pengawas Pemilu tidak bijak menggunakan medsos. Maka potensi terjadinya konflik dapat terjadi. Hal ini pun bisa menyebabkan kelembagaan jajaran pengawas tercoreng dalam tahapan Pilkada tahun 2020 ini.

Sementara dalam SBPP kali ini, Ketua Bawaslu Kota Bitung Deiby Londok sebagai pemateri menjelaskan tentang pentingnya koordinasi di antara semua tingkatan Bawaslu.

Selain itu, jajaran pengawas harus memastikan keadaan TPS sudah siap atau belum untuk dilaksanakan pemungutan dan penghitungan suara. Termasuk memetakan kerawanan potensi akan terjadinya Money Politik serta memastikan keadaan surat suara.

Ketua KPU Provinsi Sulut Ardiles Mewoh dalam materinya menyampaikan bahwa sebagai penyelenggara pemilu harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip pemilihan di saat pandemi. Salah satunya adalah melaksanakan dalam protokol kesehatab, namun harus wajib menjunjung tinggi prinsip-prinsip Pemilu.(mrc)