Tondano,- Kisah kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus sekira dua ribu tahun yang lalu, diulik. Proses penyaliban Tuhan Yesus kembali terunggah.
Itu terpampang di kompleks jemaat GMIM Eben Haezer Ranomerut, Sabtu (18/04/26). Sekitar 7 jemaat GMIM di Wilayah Tandengan ‘beradu’ kreatifitas.

Mereka menceritakan kembali rentetan penderitaan Yesus hingga kematian.
Dimulai dari peristiwa Yesus memikul salib. Perjalanan penderitaan dimulai dari gedung gereja Jemaat GMIM Nazareth Touliang Oki.
Yesus memikul salib, dipukuli dan dicemooh. Menempuh perjalanan hampir 2 kilometer, rombongan peserta atraksi tiba di kompleks gedung gereja Jemaat GMIM Eben Haezer Ranomerut. Diketahui, jemaat ini sebagai tuan rumah Paskah Wilayah Tandengan tahun 2026.

Penderitaan Yesus berlanjut. Atraksi penyaliban dimulai. Haru dan tangis jemaat menyembul pada detik-detik Yesus disalibkan. Jemaat terdiam. Suasana syahdu mengiringi momentum penting peristiwa bersejarah ini.
“Tentu merupakan peristiwa penting dan besar dari perjalanan Yesus. Dia disiksa kemudian mati namun bangkit kembali bahkan naik ke surga. Itulah mengapa kita merayakan Jumat Agung dan Paskah,” terang Pdt Deeiske Tumiwa-Assa, Ketua BPMJ Jemaat GMIM Eben Haezer Ranomerut.
Mewakili jemaat tuan rumah dan panitia, Pendeta Deeiske berterima kasih kepada seluruh jemaat se-Wilayah Tandengan karena sudah berkontribusi pada kegiatan Paskah wilayah.
“Mewakili jemaat dan panitia berterima kasih kepada jemaat-jemaat di Wilayah Tandengan yang sudah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini. Tuhan Yesus berkati torang samua” kunci Deeiske.
Sekira 7 jemaat mengikuti kegiatan. Ada jemaat GMIM Eben Haezer Ranomerut, Jemaat GMIM Imanuel Tandengan, Jemaat GMIM Nafiri Telap, Jemaat GMIM Nazareth Touliang Oki, Jemaat GMIM Bethel Eris, Jemaat Getsemani Maumbi dan Jemaat GMIM Galilea Watumea.
Sebelumnya, panitia menyampaikan kegiatan dan lomba yang akan dilaksanakan. Semisal, prosesi penyaliban, lomba membuat nasi goreng dan cucur serta jalan sehat.
“Sungguh luar biasa animo jemaat-jemaat mengikuti Paskah wilayah tahun inj yang dipusatkan di Jemaat GMIM Eben Haezer Ranomerut,” timpal Stenly Sepang, panitia pelaksana.
Terpantau, peserta dari masing-masing jemaat mendapat sambutan hangat dari jemaat di 9 kolom GMIM Eben Haezer Ranomerut. Prosesi penyaliban Tuhan Yesus mendapat penjagaan dari pihak kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Panji Yosua P/KB Jemaat GMIM Eben Haezer Ranomerut.
