Bitung,- Komando Daerah TNI Angkatan Laut VIII (Kodaeral VIII) meresmikan revitalisasi monumen Pahlawan Samudera menjadi Taman Angkatan Laut di Kota Bitung, Kamis (24/07/26).


Dalam laporan Ketua Panitia Pelaksana Revitalisasi Monumen Pahlawan Samudera Sebagai Taman Angkatan Laut Kolonel Marvil Frits Marvel.E.D, SE.M.Tri.Hanla.CRMP menerangkan, seluruh pekerjaan fisik telah rampung 100 persen dan siap difungsikan. Dia melanjutkan, proyek ini dikerjakan selama 12 hari kerja oleh prajurit Satrol Kodaeral VIII.

“Untuk anggaran pembangunan ini berawal dari tiga sumber pertama swadaya prajurit Satrol Kodaeral V111. Untuk anggaran berasal dari tiga sumber, Swadaya Prajurit Satrol Kodaeral VIII, dukungan Pemkot Bitung melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman, serta mitra kerja,” jelasnya.


Kemudian, perawatan rutin dan kebersihan taman dilakukan oleh TNI AL dan penggiat UMKM. Sistem keamanan area dilaksanakan oleh TNI AL, Pemkot Bitung dan masyarakat.

“Dengan adanya Taman Angkatan Laut di Jl. Yos Sudarso Bitung Timur kini resmi menjadi ruang publik edukatif, wisata sejarah dan pusat UMKM baru di Kota Bitung,” aku Marvil.


Sementara itu, Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE diwakili Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM, Ricky Tinangon menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kodaeral VIII atas terlaksananya revitalisasi monumen Pahlawan Samudera menjadi Taman Angkatan Laut. Revitalisasi ini, kata Ricky, merupakan wujud nyata sinergi antara TNI Angkatan Laut dengan Pemerintah Kota Bitung.


“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Bitung, kami mengucapkan terima kasih kepada Kodaeral VIII yang telah menjadikan kawasan bersejarah ini sebagai ruang publik yang indah, edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Taman Angkatan Laut memiliki tiga fungsi penting bagi Kota Bitung pertama Edukasi Sejarah Menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal dan menghormati jasa para pahlawan, khususnya dalam Operasi Trikora dan Pertempuran Laut Aru. Kedua, ikon Wisata Sejarah dan Maritim Dengan penataan taman, lampu estetis, dan pedestrian. Kawasan ini diharapkan menjadi destinasi wisata baru di Bitung. Ketiga, Penggerak Ekonomi Rakyat Penempatan UMKM di sekitar taman akan membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar,” rinci Ricky.


Masih Ricky, Kota Bitung dikenal sebagai Kota Angkatan Laut. Dengan adanya Taman ini, identitas maritim semakin kuat dan bisa menjadi kebanggaan warga Bitung. “Kami berharap masyarakat juga ikut menjaga. Mari kita rawat bersama agar taman ini tetap bersih, indah dan menjadi kebanggaan kita semua,” imbuh birokrat potensial ini.


Peresmian dipimpin langsung oleh Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E.M,Tr.Opsla. Dalam sambutannya, Dankodaeral VIII menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.

Dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh instansi, mitra kerja serta semua pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, pikiran, dan kontribusi sehingga revitalisasi Monumen Pahlawan Samudera ini dapat terwujud dengan baik. Kemudian, mengenang jasa Samuel Languyu dan menjaga nilai kepahlawanan.
Laksda TNI Dery menegaskan monumen ini menjadi pengingat bahwa laut adalah pemersatu Nusantara sekaligus saksi perjuangan putra terbaik bangsa. Ia menyebut nama Samuel Languyu yang bersama Komodor Yos Sudarso mengukir sejarah dalam Pertempuran Laut Aru pada Operasi Trikora.


“Sebagai Komando Daerah TNI AL VIII yang menjaga perairan Sulawesi Utara, Kodaeral VIII memandang nilai-nilai perjuangan para pahlawan harus senantiasa hidup dalam setiap prajurit. Keberanian, loyalitas, pengabdian, serta semangat pantang menyerah merupakan warisan yang wajib kita jaga,” tuturnya.


Di sisi lain, Dankodaeral VIII berharap Taman Angkatan Laut menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda agar memahami kemerdekaan diraih lewat perjuangan tidak ringan. Ia berharap keberadaan taman ini juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya tumbuh dan berkembangnya UMKM di kawasan sekitar. Meningkatnya aktivitas wisata diharapkan membuka peluang usaha baru, memperluas lapangan pekerjaan, dan menggerakkan roda perekonomian lokal.

“Kami juga memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Bitung, para tokoh masyarakat, tokoh adat, serta semua pihak yang terus menjaga nilai sejarah dan budaya maritim,” kuncinya.


Acara peresmian Taman Angkatan Laut dihadiri unsur Forkopimda Kota Bitung, Danguskamla Koarmada II dan III, para Pejabat Utama Kodaeral VIII, Kapolres Bitung, Kepala Kejaksaan Bitung, Dirops Perumda Pasar. (joy)