Politik

Layak Pimpin Tomohon, Debat Publik Cawali Jadi Panggung Pembuktian Jilly Gabriella Eman

Tampak, tiga calon Walikota dalam debat publik di ABI Tomohon.

TOMOHON, — Debat Publik yang dilaksanakan Komisi Pilihan Umum (KPU) Kota Tomohon menjadi panggung pembuktian Calon Walikota (Cawali) Tomohon Nomor Urut 1, Jilly Gabriella Eman SE MM (JGE) bahwa dirinya layak memimpin Kota Pendidikan ini.

Terbukti, dalam Debat yang dilaksanakan di Auditorium Bukit Inspirasi (ABI) Kota Tomohon, Sabtu (7/11/2020) itu, Calon yang sering disebut lawan politik masih kanak-kanak itu mampu memaparkan Visi dan Misi dirinya sebagai Calon Walikota Tomohon dengan jelas.

Menarik dalam debat, setelah ketiga calon yakni nomor urut 1, JGE, Calon nomor urut 2, Caroll Senduk SH (CS) dan Calon nomor urut 3, Robert Pelealu mendapat kesempatan menyampaikan visi, calon Walikota nomor urut 1 pasangan calon Walikota Virgie Baker SS M.Si itu mampu memaparkan tanpa membaca teks.

Sedangkan dua calon yakni nomor urut 2 dan 3 tidak selesai menyampaikan visi sampai waktu habis meski dilengkapi contekan dari lembaran teks yang ada.

Menanggapi itu, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tomohon, Ladys Fransisca Turang SE mengungkapkan, hari ini Calon Walikota Tomohon JGE membuka mata masyarakat Tomohon. “Melalui debat ini masyarakat boleh melihat bahwa umur JGE boleh muda, tapi otak dari salah satu generasi milenial di Kota Tomohon ini tidak kosong,” tegasnya.

Wanita yang pernah menjadi anggota DPRD termuda di Tomohon itu mengatakan, pemuda di Kota Pendidikan ini harus bangga ada generasi muda yang berani bertarung pada Pilkada 2020. “Ya, melihat perjuangan salah satu anak muda Tomohon, kita harus bangga kepada JGE. Saat ini dia sementara membuktikan bahwa pemuda juga mampu untuk memimpin kota ini,” jelasnya.

“Yang pasti, JGE punya potensi besar membawa Kota Tomohon ke arah yang lebih baik lagi jika direstui masyarakat,” tukasnya.

Sementara, Stanly Wuwung yang diketahui sebagai anggota DPRD Tomohon dari partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini mengatakan, di debat pertama ini membuktikan bahwa umur muda itu bukan sebuah kekurangan. “Ya, sebagai masyarakat juga kita bisa melihat bahwa, sebagai anak muda ini bukan menjadi kekurangan. Tapi menjadi kelebihan dari JGE sebagai calon yang mewakili generasi Milenial Tomohon,” ungkapnya.

“Dari hasil debat tadi sangat terlihat mana yang mampu memimpin Tomohon. JGE mampu menjelaskan visi dan menjawab pertanyaan. Sedangkan calon lain, sudah membaca asi toh masih tidak mampu menjelaskan sampai waktu yang diberikan moderator habis,” tukas Stanly sambil tersenyum.***

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top