Tomohon

Masyarakat Tomohon Diminta Perhatikan Limbah APD Penanganan COVID-19

TOMOHON, liputankawanua.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon mengimbau kepada seluruh masyarakat supaya memperhatikan limbah Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan terkait pencegahan penyebaran Virus Corona (COVID-19).

“Ya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran bernomor, SE.2.MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 Tanggal 24 Maret 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan sampah rumah tangga dari penanganan Covid-19,” ujar Walikota Tomohon, Jimmy F Eman SE.Ak melalui Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Kota Tomohon John E.S Kapoh SS, M.Si, Kamis (26/3/20).

“Saya berharap, seluruh komponen masyarakat Kota Tomohon agar mematuhi dan mengikuti arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang tertuang dalam surat edaran ini,” kata Kapoh.

Diketahui, dalam surat edaran ini menjelaskan, untuk fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan dilakukan langkah-langkah seperti, melakukan penyimpanan limbah infeksius dalam kemasan yang tertutup paling lama dua hari sejak dihasilkan.

Dalam edaran tersebut juga meminta supaya masyarakat mengangkut atau memusnahkan pada pengelolaan limbah B3 yakni fasilitas insenator atau autoclave. Residu hasil pembakaran atau cacahan hasil autoclave dikemas dan dilekati simbol “beracun” dan label limbah B3 yang selanjutnya disimpan dalam penyimpanan sementara limbah B3.

Selanjutnya, untuk penanganan sampah rumah tangga yang bersumber dari masyarakat, pengelolaannya sebagai berikut:

1. Limbah alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan dan baju pelindung diri yang berasal dari rumah tangga, untuk dikemas tersendiri dengan wadah yang tertutup yang bertuliskan limbah infeksius untuk mempermudah pemilahan oleh petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tomohon, melakukan pengambilan dari setiap sumber untuk diangkut ke lokasi pengumpulan.

2. Dalam upaya mengurangi timbulan sampah maka kepada masyarakat yang sehat untuk menggunakan masker guna ulang yang dapat dicuci setiap hari.

3. Masyarakat yang sehat dan menggunakan masker sekali pakai
(Disposal Mask) diharuskan untuk merobek, memotong atau menggunting masker tersebut dan dikemas rapi sebelum dibuang ke tempat sampah untuk menghindari penyalahgunaan.

4. Pemerintah Kota Tomohon menyiapkan tempat sampah limbah bahan beracun dan  berbahaya (LB3) khusus masker, sarung tangan, dan baju pelindung diri di titik-titik sekitar lokasi penempatan tempat cuci tangan umum yang telah disediakan.

Penulis: Terry Wagiu

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top