TOMOHON,- Proses Rekrutmen Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) di Kota Tomohon sudah dimulai Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejak 13 Juni 2024, kemarin.

Terkait itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendorong KPU beserta jajarannya untuk sangat-sangat selektif dan cermat dalam proses rekrutmen Pantarlih.

Hal itu diungkapkan Ketua Bawaslu Tomohon, Stenly Kowaas kepada wartawan, Jumat (14/6/2024). Sebab, kata dia, tugas Pantarlih sangat krusial sekaligus sensitif.

“Data Pemilih rentan jadi masalah. Karena, posisi data pemilih akan jadi patokan pengadaan logistik, serta akan memengaruhi situasi di TPS saat pemungutan suara,” ungkap mantan Komisioner KPU Tomohom 2 periode itu.

Yang paling penting juga, Stenly bilang, Pantarlih yang direkrut tidak boleh yang ada kaitan dengan Parpol, tim sukses dan tim kampanye.

“Kalau Pantarlih tidak netral, cenderung data pemilih yang dihasilkan tidak benar-benar otentik seperti yang ada di lapangan,” tegasnya.

Selanjutnya, ia mengatakan, harus dipastikan anggota Pantarlih yang direkrut adalah orang-orang yang memiliki komitmen dan dedikasi kuat dalam menghadirkan pemutakhiran data pemilih yang memang berkualitas.

“Jangan sampai muncul lagi cerita bahwa, Pantarlih hanya ber-telepati dari rumah saat menyusun data Pemilih. Atau tidak benar-benar turun ke lapangan untuk melakukan pendataan yang komprehensif,” ucapnya.

Dibeberkan, Bawaslu Tomohon melalui jajaran Panwascam dan PKD akan menyeriusi benar proses rekrutmen dan kerja-kerja Pantarlih di lapangan.

“Tujuannya, pemutakhiran data pemilih berjalan sesuai amanat aturan. Itulah kenapa kami terbuka menerima informasi dan laporan masyarakat jika ada masalah dalam rekrutmen Pantarlih,” pungkasnya.

Diketahui, jajaran KPU Tomohon akan melaksanakan rekrutmen Pantarlih mulai 13 hingga 17 Juni 2024 ini.