NusaUtara,- Solidaritas Masyarakat Nusa Utara, prihatin mendalam dan kecaman keras, atas peristiwa penyerangan terhadap warga sipil yang terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, baru-baru ini.

Ungkapan itu diucapkan, Ketua Solidaritas Masyarakat Nusa Utara Richad Mamuntu. Menurutnya, kekerasan ini tidak hanya melukai individu, tetapi juga mencederai nurani bangsa serta mengancam hak dasar warga negara.

“Sebagai warga Nusa Utara, kami mengecam keras setiap bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil. Kekerasan bukanlah jalan menuju keadilan, dan tidak akan pernah menghadirkan solusi atas penderitaan,” ucap Richard.

Ia berpendapat, hanya kedamaian, dialog, serta kehadiran negara yang adil yang mampu menenangkan luka dan membangun kembali kepercayaan masyarakat.

Icad juga mendesak, pemerintah pusat dan daerah bersama aparat keamanan, serta seluruh unsur masyarakat lokal, untuk segera memastikan keamanan di wilayah Yahukimo. Supaya, kata dia, proses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan administrasi publik dapat segera dipulihkan.

“Negara tidak boleh kalah oleh ketakutan, dan pelayanan publik tidak boleh berhenti karena kekerasan,” tegasnya.

Dilanjutkan, kekerasan berulang di wilayah Papua tidak semata persoalan keamanan, melainkan juga menyentuh akar sosial, ekonomi, dan rasa keadilan. “Karena itu, pendekatan kemanusiaan perlu lebih dikedepankan dibandingkan pendekatan kekuatan,” bebernya.

Ia berharap, kepada semua pihak, pemerintah, aparat, masyarakat adat, tokoh agama, dan seluruh elemen bangsa-untuk menghentikan siklus kekerasan serta membangun kembali ruang-ruang dialog, persaudaraan, dan rekonsiliasi sosial.

“Kedamaian adalah kebutuhan dasar setiap warga negara. Ia tidak lahir dari kekerasan, tetapi tumbuh dari rasa percaya, penghormatan, dan kasih antarsesama anak bangsa,” pungkasnya.