Manado,- Kekerasan yang dilakukan kelompok separatis bersenjata, di Papua belum lama ini mengundan reaksi dari berbagai kalangan. Kali ini datang dari Aktivis HAM dan Tokoh Pemuda Nusa Utara, Mario Mamuntu.
Terkait itu, Mario mengaku prihatin. Ia menyuarakan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa, termasuk warga asal Nusa Utara dan Sulawesi Utara, akibat konflik bersenjata di Papua.
Ia meminta, pemerintah pusat mengambil langkah strategis dan tegas guna menjamin keamanan masyarakat sipil serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Stabilitas keamanan di Papua, menurutnya, menjadi faktor penting agar aktivitas pendidikan, ekonomi, dan pemerintahan dapat berjalan normal tanpa rasa takut di tengah masyarakat.
Selain itu, ia juga mendorong pemerintah untuk memperkuat pengawasan terhadap penyebaran propaganda separatisme, termasuk di ruang digital dan media sosial.
“Sudah terlalu banyak nyawa masyarakat sipil yang menjadi korban. Negara harus hadir dengan tindakan nyata, bukan hanya sekadar pernyataan,” tegas Mario.
Lebih lanjut, ia juga meminta pemerintah memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat Sulawesi Utara yang bekerja dan mencari nafkah di Papua.
“Kami tidak ingin lagi mendengar ada warga Nusa Utara maupun warga Sulawesi Utara yang menjadi korban kekerasan di tanah Papua. Keselamatan rakyat, harus menjadi tanggung jawab negara,” serunya.
Mario berpendapat, perhatian serius seluruh pihak diperlukan agar penanganan konflik di Papua tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga perlindungan hak-hak masyarakat yang terdampak.
“Harapan kami, pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Papua. Sekaligus menjaga persatuan nasional di tengah dinamika keamanan yang terjadi,” pungkasnya.
