NusaUtara,- Brigade Nusa Utara, menyerukan agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sulawesi Utara (Sulut), terkait kasus kekerasan yang dilakukan kelompok separatis di, Yahukimo, Papua.
Hal itu diserukan Ketua umum Brigade Nusa Utara Sulut, Stenly D Sendow, Rabu (17/6/2026) kepada wartawan.
Meski begitu, Stenly berpendapat, tindakan negatif warga Nusa Utara yang terjadi, adalah reaksi wajar akibat kehilangan keluarga atau saudara dalam kejadian kekerasan di Yahukimo.
“Aksi anarkhis karena kemarahan itu tidak boleh dilampiaskan kepada warga Papua, maupun Mahasiswa Asal Papua yang sedang belajar di Sulawesi Utara,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Kelompok Solidaritas Masyarakat Nusa Utara menyatakan penolakan atas segala bentuk tindakan anarkis, penyerangan terhadap asrama, maupun gangguan terhadap Mahasiswa Asli Papua (MAP).
Ia juga menjelaskan, pihak yang menjadi sasaran kemarahan adalah kelompok separatis KKB, bukan masyarakat Papua pada umumnya.
Ditekankan Stenly, persaudaraan antar-suku dan daerah harus tetap dijaga, dan tidak boleh ada diskriminasi atau kekerasan yang menyasar kelompok tertentu.
“Kami selaku pimpinan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan protes secara tertib, mengutuk kekerasan. Lakukan lewat jalur damai, serta tetap mendukung aparat menjaga keamanan dan ketertiban umum di wilayah Sulawesi Utara,” pintanya.
Pihaknya juga melakukan Tindakan pencegahan dengan bersama rekan-rekan berkomitmen untuk mengawal anggota kelompok Masyarakat Nusa Utara agar tidak terprovokasi melakukan tindakan yang melanggar hukum.
“Kita memastikan kegiatan solidaritas tetap berjalan sesuai aturan dan norma yang berlaku,” pungkasnya.
