Tomohon,- Meski belakangan ini Tomohon dan sekitarnya sudah diguyur hujan, dampak dari kemarau panjang masih dirasakan. Krisis air bersih sepertinya belum bisa teratasi.
Contohnya yang terjadi di Pasar Beriman Wilken Tomohon. Kebutuhan air di toilet umum maupun kebutuhan pelaku UMKM yang ada di kuliner sangat memprihatinkan.
Dari pantauan media ini, tidak ada setetes air pun yang keluar di mata keran yang terpasang. Beberapa toilet di pasar yang disebut-sebut sudah mendunia itu pun tampak begitu kotor, lantaran tidak ada air yang mengalir.
Situasi buruk itu pun dikeluhkan oleh para pedagang, pelaku UMKM maupun pengunjung yang berbelanja dan yang ingin mencicipi makanan di Kuliner.
“Iya, di sini susah air bersih. Waktu kemarau panjang lalu, PDAM aktif mensuplai air. Tapi sekarang, seperti tidak ada perhatian,” ungkap beberapa pedagang, yang tak ingin namanya disebut dalam berita ini, Sabtu (31/10/2026)
Senada diungkapkan para pelaku UMKM yang berjualan di kuliner Pasar Tomohon. Menurut mereka, air yang dipakai saat ini harus dibawa sendiri dari rumah.
“Kita kesulitan menjual makanan di sini. Sama sekali kesusahan air bersih,” keluh para penjual makanan bernada memprihatinkan.
Rintihan krisis air bersih di pasar ekstrim itu pun dilontarkan para pengunjung. “Mau ke toilet, tapi tidak ada air. Kalau ke kuliner napsu makan hilang. Bagaimana mau makan, kalau tangan kotor. Tidak ada air cuci tangan,” semburnya.
“Kami berharap, ada perhatian dari pemerintah. Karena, ini masalah serius yang tidak bisa diabaikan,” pintah sumber yang juga meminta namanya dirahasiakan.
