Tomohon,- Warga penerima Liquefied Petroleum Gas (LGP) 3Kg, di Kota Tomohon resah. Diduga, sejumlah pangkalan di kota sejuk tersebut memanipulasi data penerima.
Hal itu diungkapkan Rudy Mengko SAP, warga Kelurahan Tumatangtang, Tomohon Selatan. Ia menduga sejumlah pangkalan memalsukan data penerima LPG bersubsidi.
“Saya heran, di depan mata saya ada pangkalan yang baru menerima LPG 3Kg dari Depot. Tapi setelah kita tanya untuk dibeli, sudah habis. Kok sudah habis,” ungkap Rudy kepada wartawan, Rabu (26/8/2026).
Hal itu, menurutnya, sangat tidak wajar. Ia mengatakan, dugaan manipulasi data tersebut harus diselidiki Aparat Penegak Hukum (APH). “Kami sebagai warga yang berhak menerima LPG bersubsidi ini, sangat resah dengan kejadian-kejadian ini,” serunya.
“Untuk itu, kami mendesak Pemkot dan Polisi supaya turun ke pangkalan-pangkalan yang ada di Tomohon. Cek data penerima LPG subsidi ini,” tegas kader Partai Gerindra itu.
Ia juga meminta, APH dan Pemerintah jangan diam terhadap hal-hal yang merugikan masyarakat ini. “Cek juga harga penjualan di pangkalan-pangkalan. Karena banyak yang menjual di atas HET,” beber Rudy.
“Kasihan para penerima yang haknya tidak didapatkan. Jangan tunggu masyarakat ngamuk. Tindak tegas pangkalan yang tidak beres. Cabut izin pangkalan, kalau perlu dipenjarakan, kan pemalsuan data,” pungkasnya.
