Tokoh,- Nama Jaksa, Samuel Naibaho SH MH, belakangan ini menjadi perhatian publik Sulawesi Utara (Sulut). Ia diperbincangkan setelah menyelidiki kasus dugaan penyalahgunaan dana 9 Desa di, Kabupaten Kepulauan Talaud.
Kasus itu, berasal dari dua laporan pelimpahan perkara dari kepolisian, serta tujuh temuan hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Kepulauan Talaud, yang kemudian dilimpahkan kepada kejaksaan.
Dalam kasus itu, Semuel menegaskan, pihaknya berkomitmen menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku.
Profil Samuel Naibaho
Samuel Naibaho adalah pria kelahiran Bengkulu 25 Februari 1992. Ia kini menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Talaud, Sulut.
Ia aktif dalam berbagai program edukasi hukum kepada masyarakat dan kerap tampil sebagai narasumber dalam sejumlah kegiatan Kejari Talaud, mulai dari program “Jaksa Masuk Sekolah”.
Semuel juga sering dialog interaktif “Jaksa Menyapa” yang membahas isu-isu hukum seperti pencegahan kenakalan remaja, pengawasan dana desa, hingga edukasi hukum bagi aparatur pemerintahan dan pelajar.
Dirinya pertama menjadi Jaksa di Kejari Rote Ndao NTT tahun 2022. Di Tahun 2025, ia kemudian ditugaskan di Kejaksaan Negeri Talaud, Sulawesi Utara, dan menjabat sebagai Kasi Intelijen.
Pengalaman Bertugas di Talaud
Tempat Semuel ditugaskan sebagai oenegak hukum, berada di Wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud. Lokasi kantornya berjarak sekitar 270 kilometer dari Kota Manado dan dapat ditempuh menggunakan kapal laut atau penerbangan perintis.
Meski demikian, Samuel Naibaho mengaku nyaman melaksanakan tugasnya sebagai Kasi Intelijen. “Senang bisa bertugas di Sulut. Banyak pengalaman baru yang didapatkan. Dan memang sebagai jaksa di mana pun ditugaskan harus siap,” ungkapnya kepada wartawan belum lama ini.
Ia pun bercerita seputar peran Kejaksaan. Menurutnya, Kejaksaan tidak hanya sebatas penindakan hukum, tetapi juga pencegahan melalui edukasi dan penerangan hukum kepada masyarakat. Samuel aktif mendorong masyarakat agar lebih memahami hukum sejak dini.
Dalam kegiatan di sekolah, ia menyoroti pentingnya literasi hukum bagi pelajar agar tidak terjerumus dalam pelanggaran seperti penyalahgunaan media sosial, narkotika, hingga pelanggaran ITE.
Sementara, dalam forum dengan pemerintah desa, ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa serta kewaspadaan terhadap potensi tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Kita lebih hanyalah fokus pengawasan dan pencegahan karena itu yang paling penting,” tuturnya.
Motivasi Jadi Jaksa
Pria yang hobi olahraga ini menegaskan, motivasinya menjadi jaksa, berakar pada keinginan untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat melalui penegakan hukum yang berkeadilan sekaligus edukatif.
Samuel Naibaho berpandangan, profesi jaksa bukan hanya soal menindak pelanggaran, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat.
Bahkan pengabdian seorang jaksa tidak hanya diukur dari banyaknya perkara yang ditangani, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat memahami dan mematuhi hukum dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan preventif, ia berharap angka pelanggaran hukum dapat ditekan sejak dini. “Saya berharap kita bisa bekerja sama dengan masyarakat agar menekan angka pelanggaran hukum,” pungkasnya.
