Gambar Tomohon

Tomohon,- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, kemarau lantaran fenomena Elnino, di Sulawesi Utara nanti akan berakhir di akhir bulan September 2026.

Kondisi ini, dikabarkan sedikit mempengaruhi pasokan Bahan Pokok (Bapok), di sejumlah pasar, termasuk Pasar Beriman Wilken Tomohon, atau Pasar Ekstrim.

Padahal, rencananya pada 13 September 2026, Kota Tomohon akan menggelar pengucapan syukur.

Terkait suplai Bapok di pasar Tomohon, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perindag) dan PD. Pasar Tomohon pun melakukan koordinasi, Kamis (27/8/2026) di Kantor PD Pasar Tomohon.

Kadis Perindag Tomohon, Rudy Lengkong SSTP, MAP, usai pertemuan itu mengatakan, efek elnino mungkin belum terlalu memengaruhi pasar Tomohon di Bulan September.

Namun, pihaknya tentu melakukan antisipasi agar situasi itu tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin meraup keuntungan.

“Jadi kami melakukan koordinasi terkait suplai Bapok di Pasar Beriman dengan PD Pasar, menghadapi Pengucapan. Kita akan pastikan, ketersediaan bapok aman, tidak dimainkan oleh pihak yang ingin memanfaatkan situasi,” bebernya.

Dikatakan, selain melakukan koordinasi dengan PD Pasar, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Tomohon.

“Kami berharap, supaya supplier tidak menahan barang atau melakukan penimbunan. Selain itu, kita berharap pedagang tidak bermain harga atau menaikan harga sepihak,” tegasnya.

Di sisi lain, mantan Kabag Humas Pemkot Tomohon itu juga mengharapkan supaya masyarakat cerdas dalam berbelanja. “Belanjalah sesuai kebutuhan. Jangan berlebihan, jangan sampai nantinya mubazir,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Banwas PD. Pasar Tomohon, Albertus Noldy Senduk SE, didampingi Sekretaris Robert ‘Dadot’ Rengkung, mengatakan pihaknya akan mengambil langkah menghadapi itu.

“Jadi kita juga akang melakukan koordinasi dengan para supplier. Supaya tidak ada permainan, baik ketersediaan maupun harga bahan,” singkat Noldy diiyakan Dadot.