Gambar Tomohon

Tomohon,- Komitmen Presiden Prabowo Subianto, dalam memberantas mafia Bahan Bakar Minyak (BBM), sepertinya masih jauh dari kata sukses. Bukan tanpa dasar, hingga kini, praktik melawan hukum itu masa saja terjadi.

Buktinya, seperti yang terjadi saat ini di Kota Tomohon dan Minahasa. Dari informasi yang diperoleh Liputan Kawanua, sejumlah nama oknum mafia BBM Bersubsidi jenis Solar meraja lela di sejumlah SPBU.

Nama oknum yang diduga melakukan penampungan BBM Solar di Tomohon dan Minahasa itu pun sudah berselewiran baik di media massa maupun media sosial. Mereka adalah, Linda, Wanti serta oknum lainnya.

Informasi yang didapat media ini pun menyebut, sudah ada penindakan dari Polres Tomohon. Bahkan ada mobil penampung BBM Solar yang diamankan. Namun hingga kini, penyalahgunaan BBM Subsidi tersebut masih ada.

Terkait itu, Aktivis Muda Tomohon, Rudy M pun menyesali situasi penyaluran BBM Bersubsidi jenis Solar yang terjadi di Kota Tomohon dan Minahasa itu.

“Ini miris. Praktik penyalahgunaan BBM Subsidi ini, justru terjadi di kampung halaman Pak Direktur Pertamina Simon Mantiri, yang kami tau ngotot menumpas mafia BBM,” ungkap Rudy kepada wartawan, Jumat (25/9/2026) baru-baru ini.

Ia pun mempertanyakan kinerja Kepolisian di wilayah hukum tersebut. “Praktik ini sudah terang benderang loh. Memang ada informasi penangkapan. Tapi mana tersangkanya,” tanya dia.

“Beberapa waktu lalu, Pak Presiden Prabowo dengan tegas memerintahkan Pak Kapolri untuk memberantas para mafia BBM. Polda pun lalu melaksanakan perintah itu. Ada operasi saya tau,” bebernya.

Namun, Rudy mengaku heran, kenapa belakangan ini ada lagi praktik penyalahgunaan BBM. “Aksi para oknum mempermainkan BBM bersubsidi ini sudah sangat meresahkan. Kasihan mereka yang berhak menerima,” ucapnya.

“Untuk itu, dengan tegas kami meminta kepada pihak Kepolisian untuk segera bertindak. Tangkap para oknum yang melakukan tidakan melawan hukum itu, termasuk proses orang-orang yang ada dibalik mereka itu,” pungkasnya.

Sementara, Kapolres Tomohon, AKBP Novrial Alberti Kombo kepada wartawan media ini mengaku sudah melakukan tindakan terkait itu.

“Penertiban dan Gakkum sudah kita laksanakan. Beberapa personel sudah kita tempatkan di beberapa SPBU untuk memonitor distribusi BBM,” singkat Novrial Kombo.