Vanda Lontaan, Guru SD Asal Sulut Dipercayakan Jadi Wasit Perempuan Satu-Satunya di PON XX Papua

Guru SD Asal Sulut Dipercayakan Jadi Wasit Perempuan Satu-Satunya di PON XX Papua
Vanda Lontaan (kemeja putih) di lokasi pelaksanaan PON XX Papua

KAWANUA Sulut – Vanda Lontaan S.Pd (48), adalah satu-satunya wasit nasional perempuan, Cabag Olahraga (Cabor) Bulutangkis di PON XX Papua.

Wanita paruh baya yang kesehariannya bekerja sebagai Guru di SDN 16 Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) itu, tampil di PON XX Papua atas permintaan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Pusat dan ditugaskan PBSI Sulut.

Kepada wartawan Vanda mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah dan pengurus PBSI Sulut.

“Terima kasih atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Sulut, lebih khusus Pengurus PBSI Sulut yang menugaskan saya menjadi wasit di PON XX Papua,” kata Vanda.

Dikatakan, sebagai seorang wasit nasional cabor bulutangkis yang ditugaskan di PON Papua, pasti akan dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab.

“Sebab, seorang wasit dalam mengambil keputusan ketika bertugas di lapangan, tidak boleh keliru. Harus sesuai dengan fakta yang terjadi pada pertandingan,” tukasnya.

Diketahui, Provinsi Sulut mendapat jatah wasit pada cabor bulutangkis di PON XX Papua, setelah pemain bulutangkis putra lolos pada Pra PON.

Dari 17 orang wasit nasional, cabor bulutangkis yang bertugas di PON XX Papua diutus berbagai provinsi di Indonesia. Vanda Lontaan S.Pd adalah satu-satunya perempuan yang ditugaskan PBSI Pusat.

Prestasi Vanda Lontaan, berusia 48, pernah bertugas sebagai wasit hakim garis pada turnamen bulutangkis Uber Cup dan Thomas Cup, 2018, di Jakarta.