TOMOHON, liputankawanua.com — Masalah kerjasama antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan Rumah Sakit Gunung Maria (RSGM) dipastikan selesai.

Hal tersebut diungkapkan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Wenny Lumentut SE, kepada wartawan, Sabtu (18/1) 2019. “Ya, untuk masalah tersebut sudah kami komunikasikan dengan pihak BPJS, RSGM, Gubernur Olly Dondokambey dan pihak Dinas Kesehatan Provinsi,” beber Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi tersebut.

“Minggu depan, masalah tersebut sudah selesai, silahkan kroscek ke Kadis Kesehatan Provinsi,” tukasnya.

Diketahui, BPJS Kesehatan tidak lagi melanjutkan kerjasama dengan pihak RSGM Tomohon terhitung mulai tanggal 1 Januari 2020 dengan alasan masalah administratif.

Pemberhentian kerjasama tersebut, berimbas buruk bagi sejumlah masyarakat Kota Tomohon dan sekitarnya yang membutuhkan perawatan.

Sebelumnya, Direktur RSGM dr Frankly Palendeng, Rabu (15/1) 2020 mengungkapkan, pihaknya sangat mengharapkan kerjasama ini tetap dilanjutkan mengingat banyaknya pasien RSGM selama ini yang bergantung pada BPJS. “Dari data yang kami miliki, ada sekitar 5.000 pasien BPJS yang kami layani per bulan,” bebernya.

“Nah, jika pihak BPJS tidak lagi mau melanjutkan kerjasama ini, imbasnya nanti pada masyarakat yang membutuhkan perawatan. Takutnya rumah sakit lain tidak mampu lagi melayani pasien-pasien tersebut,” kata Palendeng.

Sesuai Undang-Undang, RSGM sangat layak untuk tetap bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, apalagi akreditasi sudah paripurna. “Jadi jika hanya masalah administratif, tentunya bisa dikomunikasikan. Kami berharap pihak BPJS Kesehatan Cabang Tondano boleh mempertimbangkannya lagi, karena ini semua untuk masyarakat,” ucapnya.

“Saat ini kami terus berupaya komunikasi dengan pihak BPJS Kesehatan. Intinya, kami siap untuk terus bekerja sama dengan BPJS,” tukasnya.

Penulis: Terry Wagiu