MANADO,- Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui Satgas Persiapan dan Perencanaan Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih 2027, melaksanakan Pembekalan Mitra Pembangunan Dalam Penyiapan dan Perencanaan Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih serentak se-Indonesia sejak 26 hingga 30 Oktober 2026.

Di Sulut sendiri pembekalan dipusatkan di Hotel Sintesa Peninsula Manado, yang diikuti 4 mitra pembangunan yakni, Universitas Sam Ratulangi, Yayasan Bumi Tangguh, PPS, serta Politeknik  Kelautan dan Perikanan Bitung.

Pada tahun 2025 di Indonesia ada sekitar 100 kampung nelayan yang telah dibangun, tahun 2026 sebanyak 1.269 dan tahun 2027 ditargetkan 200 titik yang akan dibangun jika dari hasil survey dinyatakan layak. Di Sulut sendiri pada tahun ini ada 92 titik yang akan di survey hampir di semua kabupaten/kota, jika dinyatakan memenuhi syarat maka konstruksinya akan dilaksanakan mulai tahun 2027 yang pembiayaannya lewatm APBN.

Nazaruddin Maddepungeng ST, Tenaga Ahli Satgas Perencanaan Kampung Nelayan Merah Putih yakin jika program ini terealisasi, dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. “Program dari Bapak Presiden ini sangat penting, dan saya yakin akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat nelayan dan sekitarnya,” kata Pak Naz sapaan akrabnya usai pembekalan di Hotel Peninsulaanado, Jumat (30/10).

Nazarudin merupakan salah satu pemateri pada program pembekalan untuk 92 surveyor di Sulut. Banyak materi seputar kegiatan survey yang ditransfernya kepada peserta yang menjadi mitra kerja, sebagai bekal untuk menjamin kegiatan di lapangan bisa berjalan aman, lancar, profesional dan independen.

“Dengan adanya bekal selama pembekalan, saya berharap semoga survey calon kampung nelayan di daerah ini dapat berjalan lancar, karena semua mitra sudah memiliki pemahaman yang sama untuk menganalisa kebutuhan masyarakat,” katanya.

Dengan adanya infrastruktur yang terbangun ketika kampung nelayan hadir, maka nelayan di Indonesia khususnya Sulut akan naik kelas dari yang tradisional ke nelayan modern.